Makalah Kajian Keseimbangan di Pasar Uang


UAS EKONOMI MONETER
KAJIAN KESEIMBANGAN DI PASAR UANG
( Dosen Pengampu Dr Murwatiningsih,Mm. )




 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRRWXMbJpBQQphd1mmiG6ndY2p4WIdzU0kF2fEsiPkMXoVEVYE8bFHenCo4Y1mo3iVegLmNJnStDNXDMoPl-9PtbrcSA1czuZbnwn-CfAOKuZcwcQsQCn1S_Jig8vrlXk0HMAr7zA24cg6/s320/Logo+Transparan+Warna.png















Disusun Oleh :
SRI PUJIASTUTI ( 0701515023 )




PROGRAM PASCASARJANA
PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kita mengenal uang sebagai salah satu alat pembayaran yang selalu kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Uang juga memiliki keseimbangan dalam peredaran dan penawarannya. Di Indonesia uang yang dipakai yaitu uang kertas dan uang koin yang memiliki fungsi serta nilai masing-masing. Pada zaman dahulu, uang koin sangat banyak digunakan, baik koin dari perak maupun emas. Dan sekarang uang koin tidak banyak lagi digunakan, hanya di Negara-negara tertentu yang masih menggunakan uang koin tersebut. Uang koin di Indonesia kini sangat kecil nilainya dibandingkan dengan uang kertas. Namun di sini kita tidak membahas bentuk dari uang tersebut, akan tetapi kita membahas tentang jenis uang baik uang barang, uang tanda maupun uang giral serta fungsi uang dalam ekonomi. Dan yang paling utama dalam pembahasan ini yaitu tentang keseimbangan pasar uang dalam ekonomi makro dan perekonomian.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah definisi dari keseimbangan di pasar uang?
2.      Jelaskan jenis-jenis uang!
3.      Bagaimanakah fungsi uang dalam sistem ekonomi?
4.      Bagaianakah terjadinya keseimbangan ekonomi makro?

C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuannya adalah untuk menjelaskan:
1.      Definisi keseimbangan di pasar uang
2.      Jenis-jenis uang
3.      Fungsi uang dalam sistem ekonomi
4.      Keseimbangan ekonomi makro

BAB II
PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN KESEIMBANGAN
Keseimbangan adalah jika permintaan dan penawaran dalam keseimbangan, tidak ada alasan terjadinya kenaikan atau penurunan harga. Menurut kajian ilmu ekonomi, pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagagangkan. Menurut Al Ghazali dan Ibn Khaldun, uang adalah apa yang digunakan manusia sebagai standar ukuran nilai harga, media transaksi pertukaran, dan media simpanan.

B.      JENIS- JENIS UANG
Uang dikatagorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu uang barang, uang kertas, uang giral atau uang kredit.
1.      Uang barang (commodity money)
Uang barang adalah alat tukar yang memiliki nilai komoditas atau bisa diperjualbelikan apabila barang tersebut digunakan bukan sebagai uang. Namun tidak semua barang bisa menjadi uang, diperlukan tiga kondisi utama, agar suatu barang bisa menjadi uang, antara lain:
- Kelangkaan (scarcity), yaitu persediaan barang itu harus terbatas.
- Daya tahan (durability), yaitu barang tersebut harus tahan lama.
- Nilai tinggi, maksudnya barang yang dijadikan uang harus bernilai tinggi, sehingga tidak memerlukan jumlah yang banyak dalam melakukan transaksi.
2.      Uang tanda/kertas (token money)
Ketika uang logam masih digunakan sebagai uang resmi dunia, ada beberapa pihak yang melihat peluang meraih keuntungan dari kepemilikan mereka atas emas dan perak. Pihak-pihak ini adalah bank, orang yang meminjamkan uang dan pandai emas (goldsmith) atau toko-toko perhiasan. Mereka melihat bukti peminjaman, penyimpanan atau penitipan emas dan perak di tempat mereka juga bisa diterima di pasar.
Berdasarkan hal ini, pandai emas dan bank mengeluarkan surat (uang kertas) degan nilai yang besar dari pada emas atau perak yang dimilikinya. Ada beberapa keuntungan penggunaan uang kertas, diantaranya biaya pembuatan rendah, pengirimannya mudah, penambahan dan pengurangan lebih mudah dan cepat, serta dapat dipecah-pecahkan dalam jumlah berapapun. Namun kekurangan uang kertas juga cukup signifikan, antara lain uang kertas ini tidak bisa dibawa dalam jumlah yang besar dan karena dibuat dari kertas sangat mudah rusak.
c. Uang giral (deposit money)
Uang giral adalah uang yang dikeluarkan oleh bank-bank komersial melalui pengeluaran cek dan alat pembayaran giro lainnya.

C.      FUNGSI UANG DALAM SISTEM EKONOMI
Fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange). Fungsi lainnya seperti uang sebagai pembakuan nilai (standar of value), penyimpan kekayaan (store of value), satuan perhitungan (unit o account), dan pembakuan pembayaran tangguh (standard of deffered payment). Dalam sistem perekonomian kapitalis, uang tidak hanya sebagai alat tukar yang sah (legal tender) melainkan juga sebagai komoditas. Menurut sistem kapitalis, uang juga dapat diperjualbelikan dengan kelebihan baik secara on the spot maupun secara tangguh. Lebih jauh, dengan cara pandang demikian, maka uang juga dapat disewakan (leasing).

D.      KESEIMBANGAN EKONOMI MAKRO
          Adanya uang dalam perekonomian Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD = AS. Dalam pembentukan Agregat Demand, ada dua keseimbangan pasar yang menentukan yaitu:
- Keseimbangan pasar uang
- Keseimbangan pasar barang dan pasar uang.
Keseimbangan pasar uang tercapai ketika terjadi keseimbangan antara permintaan uang dengan penawaran uang (Md = Ms). Dari keseimbangan tersebut akan terbentuk kurva LM yang mencerminkan titik-titik keseimbangan bunga dengan pendapatan nasional pada pasar uang. Sebelum membahas mengenai keseimbangan di pasar uang, maka terlebih dahulu akan dibahas mengenai teori-teori permintaan uang.
a.      Teori Irving Fisher
Irving Fisher melihat fungsi uang sebagai alat pertukaran. Menurutnya, apabila terjadi transaksi antara penjual dan pembeli maka terjadi pertukaran antara uang dengan barang/jasa, sehingga nilai uang akan sama dengan nilai barang/jasa tersebut. Keadaan ini digambarkan oleh Fisher dalam sebuah persamaan: MV = PT
Dimana
                    M = jumlah uang yang beredar
       V = velositas atau perputaran uang P = harga barang/jasa
       T   = banyaknya transaksi

Jumlah uang beredar (M) ditentukan oleh otoritas moneter (Bank Sentral). Velositas uang dipengaruhi oleh budaya, institusi dan teknologi. Misalnya bagi masyarakat di negara sedang berkembang, penggunaan uang dalam transaksi akan lebih besar disbanding negara yang sudah maju, dimana mereka lebih sering menggunakan kartu kredit dan debit dalam bertransaksi. Penggunaan kartu debit dan kredit tadi dapat menyebabkan velositas uang menjadi kecil. Namun menurut Fisher, velositas uang dalam jangka pendek bersifat tetap. Karena tidak mudah untuk merubah kebiasaan (budaya) dan teknologi dalam waktu yang cepat. Transaksi perdagangan juga dalam jangka pendek bersifat tetap. Oleh karena itu, menurut Fisher, apabila jumlah uang beredar bertambah banyak, maka secara langsung akan menyebabkan harga-harga barang menjadi naik.

Fisher kemudian memodifikasi persamaan di atas menjadi:
P = MV
       T
Karena nilai V dan T konstan, maka harga akan berbanding lurus terhadap M (jumlah uang beredar). Bila uang beredar naik 2 kali maka harga-harga barang secara umum juga akan naik 2 kali.

Dari persamaan tersebut, Fisher juga membuat fungsi permintaan uangnya:
Md = 1    PT
         V
Permintaan uang berbanding lurus dengan jumlah transaksi dan berbanding terbalik dengan volositas uang.

b. Teori Cambridge
Menurut paham ini, uang berfungsi sebagai penyimpan kekayaan. Marshall dan Pigou berpendapat bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk memegang uang tunai adalah tingkat bunga, jumlah kekayaan yang dimiliki, harapan suku bunga di masa yang akan datang, dan tingkat harga. Akan tetapi dalam jangka pendek semua faktor-faktor itu konstan. Menurut pandangan Cambridge, dalam jangka pendek permintaan uang dipengaruhi oleh pendapatan
M d  =  kY
Dimana
k = 1/V
Y = pendapatan
Menurut Keynes, permintaan uang terdiri dari tiga motif yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga dan motif spekulasi.
a. Motif Transaksi
Orang memegang uang untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari disebut sebagai permintaan uang untuk motif transaksi. Berapa besarnya yang yang dipegang tergantung pada pola pembayaran pendapatan dan jumlah penghasilan. Bila seseorang digaji dalam harian, maka ia akan memegang uang lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang menerima gaji bulanan. Menurut Keynes, orang rata-rata akan memegang uangnya sebesar Y/2. Apabila ia menerima gaji Rp 300.000 per bulan, maka ia akan rata-rata memegang uangnya sebesar Rp 150.000.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa besar kecilnya seseorang memegang uang (permintaan uang) untuk motif transaksi tergantung dari pendapatannya.

Mdt = f(Y)

b.Motif Berjaga-jaga
Seseorang akan memegang uang tunai untuk berjaga-jada karena adanya ketidakpastian yang dapat dialaminya. Misalnya seseorang akan menyediakan uang untuk berjaga-jaga dalam mengantisipasi bila ia mengalami kecelakaan ataupun sakit sehingga dapat pergi ke dokter dan membeli obat-obatan. Menurut Keynes, jumlah uang yang dipegang untuk berjaga-jaga tergantung dari tingkat penghasilkan. Semakin tinggi penghasilan seseorang maka akan semakin besar pula uang yang dipegangnya untuk tujuan berjaga-jaga. Dengan demikian permintaan uang untuk tujuan transaksi (Mdt) dan berjaga-jaga (Mdp) sama-sama dipengaruhi oleh pendapatan.

m1 = Mdt + Mdp m1= f (Y)

c. Motif Spekulasi
Uang yang kita pegang secara tunai memiliki biaya (cost) yang disebut sebagai opportunity cost. Biaya dari memegang uang tunai adalah bunga. Demikian pula apabila uang itu digunakan untuk membeli surat-surat berharga seperti saham dan obligasi. Kita juga akan memperoleh pendapatan berupa bunga ataupun deviden dari saham yang dibeli. Selain itu pendapatan juga dapat karena kenaikan harga saham. Dalam permintaan uang untuk tujuan spekulasi, kita memgang uang untuk berjaga-jaga dan mengantisipasi jikalau nantinya ada surat berharga yang kita rasakan sesuai dengan yang diharapkan, sehingga dapat memperoleh keuntungan ataupun pendapatan dari kepemilikan surat berharga tersebut.

Fungsi permintaan uang untuk tujuan spekulasi adalah:
m2 = g(i)

dimana
m2     = permintaan uang untuk spekulasi
                 i       = suku bunga

Hubungan antara permintaan uang untuk spekulasi dengan suku bunga adalah negative. Artinya setiap kenaikkan suku bunga, maka permintaan uang untuk spekulasi akan berkurang. Demikian sebaliknya, apabila suku bunga turun, maka permintaan uang untuk spekulasi akan naik. Adanya hubungan yang terbalik antara suku bunga dengan permintaan uang untuk spekulasi adalah karena adanya hubungan yang terbalik antara nilai surat berharga dengan suku bunga.

                 N = R
                        i
Dimana

              N = harga/nilai surat berharga
R = pendapatan dari surat berharga i = suku bunga dari surat berharga
Apabila suku bunga (i ) naik maka harga surat berharga (N) akan turun. Oleh karenanya, orang-orang akan tertarik untuk membeli surat berharga (obligasi) saat itu disebabkan harganya yang murah. Sedangkan apabila suku bunga turun, maka harga surat berharga akan mahal sehingga orang-orang tidak berminat untuk membelinya. Jika digambarkan dalam grafik, maka kurva permintaan untuk tujuan spekulasi adalah sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwWw1Eel9nyEbAZEDgHejIunb3qq8c2kqRVbbrXtL8AMMvKYlPanmPhL7-KuZtFoPJ4elUb0wj2zm1fIBb2d2_ovwiPh5bsBTOI4JkEQAVaYBnAxs9aqP0bPVUXUECdR6NJL8QL6fKK2Q/s320/1.jpg
Liquidity trap adalah daerah dimana suku bunga begitu rendahnya sehingga harga surat berharga sangat tinggi. Pada daerah liquidity trap ini dipercaya suku bunga tidak akan turun lagi dari keadaan itu. Karenanya harga surat berharga adalah yang tertinggi. Orang-orang tidak ada yang mau membeli surat berharga dan tidak ada bedanya antara memegang unag tunai dengan membeli berharga. Oleh karena itu, orang akan lebih senang untuk memegang uang tunai. Pada keadaan ini, orang-orang yang memperkirakan akan adanya kenaikkan suku bunga di masa yang akan datang, jadi lebih baik menunggu untuk membeli surat berharga di masa yang akan datang Dari penjelasan tentang motif permintaan uang di atas maka dapat dijelaskan bahwa permintaan uang merupakan penjumlahan antara permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga (m1) dengan permintaan uang untuk spekulasi (m2).
Md = m1 + m2

Penawaran Uang
Penawaran uang sering juga disebut jumlah uang yang beredar. Penawaran uang adalah jumlah uang yang beredar baik itu di tangan masyarakat maupun di perbankan.
Definisi uang beredar di masyarakat terdiri atas beberapa bagian:

1. Uang inti (Base Money)
Uang inti adalah uang yang dicetak oleh otoritas moneter atau bank sentral suatu negara. Uang ini terdiri atas uang kartal (C) dan reserve (R). Uang kartal adalah uang yang dipegang oleh masyarakat yang terdiri atas uang kertas dan uang logam. Sementara reserve adalah cadangan uang yang terdapat di bank.
B = C + R

2. Uang Dekat (Narrow Money = M1)
Uang dekat (M1) terdiri dari uang kartal ditambah dengan demand deposit (rekening giro).
M1 = C + DD
Demand deposit terbentuk dari cadangan bank (R). Jadi dengan adanya cadangan bank (R), bank dapat menciptakan uang giral berupa rekening Koran (giro). M1 merupakan uang yang paling likuid, sebab proses untuk menjadikan uang kontan (cash) sangat cepat.

3. Uang Luas (Broad Money = M2)
Uang luas terdiri dari uang narrow (M1) dan uang kuasi (quasi money).
M2 = M1 + QM
Uang kuasi terdiri dari time deposit (deposito berjangka) dan saving deposit
(tabungan). Uang luas ini tingkat likuiditasnya lebih rendah dibandingkan uang M1, karena untuk merubahnya menjadi uang kontan membutuhkan waktu yang lebih lama. Uang dekat dapat digunakan secara langsung untuk bertransaksi, sedangkan uang luas tidak dapat. Tabungan baru dapat dirubah menjadi uang kontan setelah kita melakukan penarikan uang tunai di bank atau ATM. Jumlah uang luas (M2) lebih besar dibandingkan jumlah uang M1 dan Base Money, sehingga broad money ini menjadi barometer yang lebih baik untuk melihat seberapa besar jumlah uang beredar di suatu negara.

Pembentukan Kurva LM
Keseimbangan di pasar uang terjadi ketika money demand (permintaan uang) sama dengan money supply (penawaran uang).
Ms = Md
Dimana
Ms      = penawaran uang
Md     = permintaan uang

Dari keseimbangan tersebut, kita dapat menggambarkan bentuk kurva LM.
Contoh:
Otoritas moneter suatu negara telah mengedarkan uang sejumlah 500 triliun. Fungsi permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga (m1) masyarakatnya ialah m1 = 0,2Y dan fungsi permintaan uang untuk spekulasi adalah m2 = 428 – 400i. Turunkan persamaan Kurva LM dan gambarkan kurvanya.
Jawab:
Keseimbangan antara permintaan dan penawaran uang
Md = Ms
Md = m1 + m2
500 = 0,2Y + 428 – 400i
0,2Y = 72 + 400i

Y = 360 + 2000i
(persamaan kurva LM)

Secara grafis penurunan kurva LM dari keseimbangan permintaan uang dan penawaran uang adalah sebagai berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPE_gMvz8IGo7GL5miJwWP1RfHMfxbzf12pmVSNKgmFycOrdCOMzLtrLEY0la0l7r_RkAGYkLLzxVryZm0rfMmSlrJnmKla-uAJXnzvt-X96DFhBfEeZ4JK-1htmgMk84zGZX6YcWtmaI/s640/1.jpg

Kurva LM memiliki kemiringan yang positip. Artinya semakin tinggi pendapatan nasional suatu negara maka semakin tinggi pula suku bunga.

Contoh:
Bila diketahui
Ms
= 200
M1
= 0,25 Y
M2
= 50 – 200i


Ditanya: berapa keseimbangan pasar uang (kurva LM)?
Jawab:

Ms = Md
200 = 0,25Y + 50 – 200i
0,25Y = 150 + 200i Y= 600 + 800i

Apabila digambarkan dalam bentuk grafis 4 kuadran diperoleh hasil seperti berikut:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJDpmbsSJ64I88StWhHrSGhqstzXf-Xy2h-AU8kVq1VdNd6GmWHOa1sU5u9ozaTIZYfQQz7b-I8SgMkHgnNxTfIuQ4yiAC7aV14xOZyzkMDvE-fIvKYbvVHsxr0XQe21UiI18hC3K7S7Q/s640/1.jpg





Pergeseran Kurva LM
Jika permintaan uang dan jumlah uang beredar berubah, maka akan terjadi pergeseran pada kurva LM. Kurva LM akan bergeser ke kanan bila terjadi kenaikan jumlah uang beredar atau pengurangan permintaan uang. Kurva LM akan bergeser ke kiri bila terjadi pengurangan jumlah uang beredar atau kenaikkan permintaan akan uang. Pergeseran kurva LM akibat adanya perubahan jumlah uang beredar sama dengan multiplier uang (1/k) dikalikan dengan perubahan jumlah uang beredar (Ms). k adalah koefisien dari permintaan uang untuk transaksi.
Contoh:
Misalkan persamaan kurva LM adalah Y=600+800i seperti gambar di atas. Terjadi kenaikan jumlah uang beredas dari 200 menjadi 220. Berapa persamaan kurva LM yang baru?
Ms = Md
200+20 = 0,25Y+50-200i 220= 0,25Y +50 – 200i 0,25Y = 170 + 200i
Y = 680 – 800i
Adanya tambahan uang beredar 20 dan k = 0,25 menyebabkan pergeseran kurva LM (LM) menjadi 1/0,25 x Ms = 4 x 20 = 80. Persamaan kurva LM yang baru: Y = (600 + LM) + 800i.
Y = (600+80) + 800i
Y = 680 + 800i














BAB III
PENUTUP


Dari pembahasan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa: keseimbangan adalah jika permintaan dan penawaran dalam keseimbangan, tidak ada alasan terjadinya kenaikan atau penurunan harga. Menurut kajian ilmu ekonomi, pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagagangkan. Uang dikatagorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu uang barang, uang kertas, uang giral atau uang kredit. Fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar (medium of exchange). Fungsi lainnya seperti uang sebagai pembakuan nilai (standar of value), penyimpan kekayaan (store of value), satuan perhitungan (unit o account), dan pembakuan pembayaran tangguh (standard of deffered payment). Adanya uang dalam perekonomian Masuknya uang dalam perekonomian mengakibatkan pembentukan keseimbangan umum bertambah kompleks, meskipun pada akhirnya keseimbangan umum tetap terjadi pada saat AD = AS.















DAFTAR PUSTAKA

Karim, Adiwarman A. Ekonomi Makro Islami. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2008.
Huda, Nurul. Ekonomi Makro Islam: Pendekatan Teoritis. Cet-1. Jakarta: Kencana. 2008.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Landasan Hukum Pendidikan

Makalah Analisis Teori H-O